HACKER MUDA ASAL JEMBER BOBOL SITUS SBY
Wildan
Yani Ashari atau sering disapa wildan adalah seorang anak muda asal dari desa
Balung Kulon, Kecamatan Balung,Jember yang disebut-sebut sebagai pelaku dari
pembobolan situs resmi mantan presiden Indonesia yaitu Susilo Bambang
Yudhoyono(SBY). Wildan merupakan anak lulusan SMK teknologi Pembangunan di
jember. Menurut bapak Sunarso selaku Kabag Kesiswaan SMK Teknologi Balung,
wildan merupakan sosok yang pendiam, lugu dan agak jauh dari dunia IT, bahkan selama
mengenyam pendidikan di SMK Teknologi Balung seorang wildan tidak pernah
mendapatkan ranking dikelas dan bahkan belum pernah masuk dalam sepuluh besar.
Sosok wildan justru lebih aktif dibidang olahraga.oleh karena itu Sunarso
menduga bahwa kemampuan wildan dalam dunia komputer diperoleh secara otodidak.
Sementara
itu, Ali Zakfar selaku orangtua wildan mengatakan bahwa selama ini memang tidak
mengetahui aktivitas anaknya diluar rumah. Orang tua wildan hanya mengetahui
kalau wildan bekerja menjaga warnet di kawasan jember kota tepatnya di jalan
Letjend Suprapto, dan waktu wildan pun lebih banyak unuk pekerjaannya tersebut.
Pemilik warnet mengaku juga tidak mengetahui bahwa wildan ditangkap beserta
rekan kerjanya. Ia hanya mengetahui kalau wildan terakhir kali bekerja pada
hari jumat tanggal 25 Januari malam. HP milik wildan juga susah untuk
dihubungi. Dan pada tanggal 26 Januari 2013 sang pemilik warnet baru yakin
bahwa karyawannya benar-benar ditangkap karena melihat sepeda motor wildan
terparkir di dalam dan kondisi kantor acak-acakan beserta komputer masih ada
yang menyala.
Setelah
dikonfirmasi, pihak Kapolres Jember AKBP Jayadi membenarkan bahwa telah terjadi
penangkapan terhadap wildan karena terlibat dalam kasusu pembobolan situs
pejabat negara. Wildan ditangkap tim Cyber Crime Mabes Polri pada tanggal 25
Januari 2013. Pelaku memermak situs yaitu menerobos masuk ke situs resmi SBY
dan mengambil alih situs tersebut beberapa saat. Kemudian pelaku melakukan
perubahan dalam situs. Kasus tersebut dapat dikatakan sebagai kasus hijacking,
meskipun hijacking sendiri lebih menjurus pada suatu pembajakan yang begitu
jahat bahkan sampai titik pencurian informasi atau merusak sistem. Tapi untuk
si pelaku wildan sendiri justru berhasil masuk sampai ke database situs BY.
Jadi pelaku bisa saja mengambil berbagai macam informasi penting atau merusak
konten situ.
Berikut cara wildan
membobol situs resmi dan pribadi SBY:
1. Untuk
mendapatkan akses databae dari situs www.jatirejanetwork.com dengan IP address
210.247.249.58. wildan memakai teknologi SQL Injection.
2. Backdoor Tool – Dengan menggunakan
software wso.php (web sell by orb), Wildan berhasil menerobos sistem keamanan
www.techscape.co.id dan membuat backdoor akses.
- Linux Command – Wildan menggunakan command linux : cat/home/tech/www/my/configuration/.php, untuk mengambil data-data username dan kata kunci dari basis data WHMCS.
4.
WHMKiller – Dengan tool ini, Wildan berhasil mendapat
username dan kata kunci dari setiap domain name yang dimiliki oleh pihak
hosting.
5.
Domain registrar eNom – Dari situs inilah Wildan
mendapatkan info Domain Name Server (DNS) situs www.presidensby.info.
6.
Data Administrative Domain/Nameserver - Wildan
mendapatkan informasi penting berupa data Administrative Domain/Nameserver
tentang situs pribadi Presiden SBY, yaitu Sahi7879.earth.orderbox-dns.com ,
Sahi7876.mars.orderbox-dns.com , Sahi7879.venus.orderbox-dns.com, dan
Sahi7876.mercuri.orderbox-dns.com.
DNS Redirection – Dengan cara inilah Wildan
menyulap tampilan situs SBY menjadi Jember Hacker team
Berdasarkan
pelacakan yang dilakukan id-SIRTII,
lokasi Ip dan DNS pelaku bukan dari indonesia akan tetapi dari texa amerika
serikat. Setelah ditelusuri dari berbagai segi dengan benar, polisi langsung
menangkap wildan beserta barang bukti dari jember berupa 2 CPU dan 5 orang
saksi. Wildan terjerat pasal UU Telekomunikasi pasal 22 huruf B UU 36/1999, dan UU
ITE pasal 30 ayat 1, ayat 2 dan atau ayat 3, jo pasal 32 ayat 1 UU no 11/2008
tentang ITE, dengan ancaman pidana maksimum delapan tahun dan/atau denda paling
banyak Rp800 juta.
Sumber :
Sumber :
Comments
Post a Comment