JARINGAN PENYEBAR KONTEN HOAX DAN HATE SPEECH ATAU MUSLIM CYBER ARMY (MCA)
Merupakan
jaringan dengan kelompok besar yang menyebarkan konten-konten berita palsu dan
ujaran kebencian. Jaringan ini memiliki kelompok yang besar dan sejumlah grup
dengan fungsi yang berbeda-beda untuk merencanakan,menyerang dan menyebarkan
konten berita dan ujaran kebencian. Setidaknya ada empat grup yang sudah
terungkap oleh tim tindak pidana siber bareskrim polri, grup tersebut antara
lain MCA United, Cyber Moeslim Defeat Hoax, tim Sniper MCA dan The Family MCA.
Berikut
ini penjelasan dari Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil
Imran pada rabu 22 februari 2018 mengenai keempat grup MCA tersebut :
1. Tim
MCA United merupakan grup terbuka yang besar dan memiliki anggota sampai
ratusan ribu orang dan grub ini sebagai tempat menampung postingan dari anggota
MCA lain seperti berita,gambar,vidio untuk disebarluaskan. MCA united ini
dikendalikan oleh 20 admin.
2. Tim Cyber Moeslim Defeat Hoax merupakan grub
yang sangat tertutup dan anggotanya lebih sedikit,hanya sekitar 100 orang.
Bertugas untuk mensetting isu tertentu kemudian menyebarluaskan ke publik.
Isunya seperti menyerang parpol, larangan azan, kebangkitan PKI, penyerangan
ulama oleh orang gila.
3. Tim
Sniper MCA merupakan grup tertutup dan rahasia ini memiliki anggota sekitar 177
dan bertugas untuk mencari akun-akun yang dianggap musuh dan kemudian dikirim
virus agar lawan tidak bisa mengperasikan gadget atau barang elektronik
lainnya.
4. The
Family MCA merupakan kelompok inti dan rahasia, hanya terdiri dari 9 orang
admin yang memiliki peran penting dalam MCA.
Kelompok
yang tergabung dalam jaringan MCA ini mengunakan aplikasi tertentu untuk
berkomunikasi antar anggota agar tidak terdeteksi penegak hukum. Aplikasi
tersebut bernama Zelo. Aplikasi ini mirip alat komunikasi berupa Handy Talky
(HT) tetapi berada di telepon seluler dan biasanya diunduh oleh jaringan MCA di
perangkat elektronik. Selain itu jaringan ini juga menggunakan aplikasi
telegram dan facebook.
Polisi
pun menyebutkan bahwa para nggota jaringan Muslim Cyber Army (MCA) ini sangat
mengerti tentang sistem IT untuk menyebarluaskan berita hoax karena mereka
bekerja dengan sistem mirror link yang terstruktur. Menurut Direktur
Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana di Mapolda Jabar,
Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung pada hari rabu,28 februari 2018 mirror link
merupakan cara mereka menyebarkan berita hoax dengan mengupload pertama kali
disuatu wilayah tertentu kemudian dibuang ke daerah lain lagi dan dilanjutkan
lagi ke wilayah lain yang masih satu komunitas MCA. Seperti dalam satu jam
pelaku bisa reposisi dari yogya,jakarta,bandung dan sumedang. Kalau secara
fisik tidak akan mungkin reposisi secepat itu. Cara seperti itulah yang membuat
penyidik cukup kesulitan dalam menangkapnya.
Namun,
akhirnya polisi berhasil menangkap salah satu yang berinisial TAW(40) seorang
anggota MCA yang mengunggah hoax di facebook mengenai muazin Majalengka dibunuh
orang gila. Menurut polisi,dalam kasus tersebut si pelaku tidak mendapat
keuntungan materi dari orang yang memesan hoax. Berbeda dari kasus saracen yang
mengambil keuntungan materi dari si pemesan, kalau jaringan MCA bekerja lebih
kepada ideologi, entah berapa dana yang keluar, besar atau kecil itu menjadi
urusan belakangan.
Dengan
kasus tersebut TAW(40) dijerat dengan pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19
tahun 2016 mengenai perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang
Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan atau pasal Jo pasal 4 huruf b
angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras
dan Etnis dan/atau pasal 33 UU ITE.
Sumber :
https://www.liputan6.com/news/read/3330327/ini-4-grup-jaringan-mca-dan-fungsinya-yang-beragam
https://news.detik.com/berita/3890765/begini-cara-jaringan-mca-berkomunikasi-dengan-kelompoknya
http://www.nusadata.id/home/detail/14452-polisi-sebut-kelompok-mca-paham-it-dan-pakai-sistem-terstruktur
Sumber :
https://www.liputan6.com/news/read/3330327/ini-4-grup-jaringan-mca-dan-fungsinya-yang-beragam
https://news.detik.com/berita/3890765/begini-cara-jaringan-mca-berkomunikasi-dengan-kelompoknya
http://www.nusadata.id/home/detail/14452-polisi-sebut-kelompok-mca-paham-it-dan-pakai-sistem-terstruktur
Comments
Post a Comment